Kembali ke halaman sebelumnya



2012-06-13

Pak Tarno: Saya Dulu Hanya Makan Jagung

Pak Tarno, pesulap sekaligus komedian ini sudah merasakan manisnya sukses di Jakarta. Dengan pendapatan Rp8 juta setiap kali main sulap, Pak Tarno dapat membeli rumah dan merintis bisnis warung internet (warnet).
Namun dibalik kesuksesannya, Pak Tarno sering teringat dengan masa lalunya yang memprihatinkan. Ia tidak pernah mencicipi kasih sayang orang tua sehingga membuat dirinya acapkali menangis.
"Saya dulu sering nangis, melihat teman-teman punya mama, papa, kakak, dan adik. Saya nggak punya bapak, emak, kakak, adik. Saya nanya kenapa saya nggak punya, saya diomelin. Bapak meninggal, ibu nggak tahu dimana," ujar Pak Tarno kepada VIVAlife, Rabu, 13 Juni 2012.





Kesedihan Pak Tarno makin bertambah. Di saat masih hidup susah, ia hanya bisa makan jagung. "Tiap hari nangis, nggak ada yang ngasih makan. Kalau punya duit beli jagung, nggak beli beras karena beras mahal. Beli jagung, ditumbuk dan diliwet," ujarnya.
Tak mau terus hidup susah, Pak Tarno mengadu nasib dari kampungnya di Bogor ke Jakarta dengan menjadi pesulap. Kini, dari hasil bermain sulap, Pak Tarno bisa membeli tanah, sawah, dan rumah. "Buat biayain warnet, beli rumah, sawah, dan mobil, Avanza hitam. Hasil dari kerjaan," ujarnya sambil tertawa.

vivanews.com