{"id":8070,"date":"2026-07-16T08:26:05","date_gmt":"2026-07-16T08:26:05","guid":{"rendered":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/?p=8070"},"modified":"2026-07-16T08:27:29","modified_gmt":"2026-07-16T08:27:29","slug":"mengubah-stigma-menguatkan-pilihan-transformasi-pendidikan-kesetaraan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/2026\/07\/16\/mengubah-stigma-menguatkan-pilihan-transformasi-pendidikan-kesetaraan\/","title":{"rendered":"Mengubah Stigma, Menguatkan Pilihan: Transformasi Pendidikan Kesetaraan"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"8070\" class=\"elementor elementor-8070\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-52bf0d9 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"52bf0d9\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-4a803af\" data-id=\"4a803af\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-fceb880 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"fceb880\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari jalur pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan di Indonesia. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar setara dengan pendidikan formal pada jenjang SD\/MI, SMP\/MTs, hingga SMA\/MA melalui Paket A, Paket B, dan Paket C. Lebih dari itu, pendidikan kesetaraan menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang tidak bersekolah (ATS) maupun mereka yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal karena berbagai keterbatasan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sebelumnya pendidikan kesetaraan kerap dipandang sebelah mata. Program ini sering dikonotasikan sebagai tempat bagi murid \u201cbermasalah\u201d, seperti murid yang dianggap nakal atau mereka yang dikeluarkan dari sekolah formal. Stigma tersebut melekat cukup kuat dan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas pendidikan kesetaraan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Seiring waktu, di beberapa satuan pendidikan, termasuk SKB Ungaran berbagai upaya perbaikan dan pengembangan terus dilakukan. Peningkatan kualitas pendidik, penyediaan fasilitas yang lebih memadai, serta pembaruan proses pembelajaran menjadi fokus utama. Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya kedisiplinan murid dan semakin efektifnya proses pembelajaran. Inovasi juga dilakukan melalui program pembelajaran luar kelas dan luar sekolah yang memberikan pengalaman belajar lebih kontekstual dan bermakna.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses pembelajaran dilaksanakan dengan standar yang setara dengan sekolah formal. Hal ini secara tidak langsung membuat murid yang kurang serius dalam belajar tersaring dengan sendirinya. Pendidikan kesetaraan tidak lagi menjadi tempat \u201cpelarian\u201d, melainkan ruang belajar yang menuntut komitmen dan kesungguhan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, perubahan ini juga tercermin dari alasan peserta didik dalam memilih pendidikan kesetaraan. Berdasarkan penuturan beberapa murid di SKB Ungaran, mereka memilih pendidikan kesetaraan bukan karena keterpaksaan, melainkan sebagai pilihan sadar. Meskipun secara usia mereka masih dapat bersekolah di jalur formal, mereka melihat pendidikan kesetaraan sebagai ruang yang lebih fleksibel untuk mengembangkan potensi diri.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan sistem tatap muka yang berlangsung tiga hari dalam seminggu, murid memiliki waktu lebih untuk mengeksplorasi minat dan bakat. Ada yang memanfaatkan waktu tersebut untuk belajar menjahit, desain, atau mengembangkan karier sebagai konten kreator. Sebagian lainnya tetap berorientasi pada akademik, dengan keinginan belajar setara dengan sekolah formal. Tidak sedikit pula yang tertarik karena banyaknya praktik keterampilan yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Fasilitas keterampilan yang tersedia di SKB Ungaran juga menjadi daya tarik tersendiri. Program seperti tata boga, menjahit, hantaran, hingga tata kecantikan memberikan bekal nyata bagi peserta didik untuk mandiri dan siap menghadapi dunia kerja. Pendekatan ini menjadikan pendidikan kesetaraan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penguasaan keterampilan hidup.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Melalui berbagai upaya perbaikan tersebut, perlahan namun pasti, pandangan masyarakat terhadap pendidikan kesetaraan mulai berubah. Program ini tidak lagi diposisikan sebagai pilihan terakhir, melainkan sebagai alternatif pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400;\">Transformasi ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki potensi besar untuk menjadi \u201cpilihan\u201d, bukan sekadar \u201ctidak ada pilihan lain\u201d. Dengan komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas, bukan hal yang mustahil jika pendidikan kesetaraan akan semakin diminati dan mendapatkan tempat yang setara dalam sistem pendidikan nasional.<\/span><\/p><p><i><span style=\"font-weight: 400;\">(Ragil Yunitasari)<\/span><\/i><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari jalur pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan di Indonesia. Program ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar setara dengan pendidikan formal pada jenjang SD\/MI, SMP\/MTs, hingga SMA\/MA melalui Paket A, Paket B, dan Paket C. Lebih dari itu, pendidikan kesetaraan menjadi solusi nyata bagi anak-anak yang tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[38],"tags":[],"class_list":["post-8070","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8070"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8074,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8070\/revisions\/8074"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skbungaran.org\/v2\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}