Ungaran – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Cakrawala dan Kesetaraan UPTD SPNF SKB Ungaran Kabupaten Semarang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan rutin “Program Wajib Baca” untuk peserta didik Kesetaraan Paket B pada tanggal 2 Mei 2023 di TBM Cakrawala.
Program wajib baca merupakan program rutin yang dilaksanakan satu bulan sekali selama 30 menit yang wajib diikuti seluruh peserta didik Kesetaraan Paket B. Kegiatan ini telah berlangsung mulai dari bulan April 2023.
Kegiatan yang digagas oleh Tim TBM Cakrawala dan Tim Kesetaraan ini dipusatkan langsung di ruangan TBM Cakrawala. Peserta didik terlebih dahulu diberikan arahan tentang kegiatan secara umum oleh Ketua TBM Cakrawala, Ragil Yunitasari.
Dalam arahannya, dijelaskan bahwa program wajib baca bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik yang masih tergolong kurang, mengembangkan kemampuan literasi pada diri peserta didik, serta membentuk pola pikir maupun kebiasaan yang baik untuk para peserta didik.
Kebiasaan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Meskipun teknologi, sosial media sekarang berkembang dengan sangat pesat, peserta didik harus tetap dibimbing agar gemar membaca buku sebagai sumber wawasan dan pengetahuan yang baik. Harapannya dengan membiasakan mereka membaca, kemampuan literasi akan meningkat, wawasan bertambah, karakter disiplin akan terbentuk, dan bisa saja akan terlahir penulis-penulis hebat dari peserta didik Kesetaraan Paket B.
Setelah diberikan arahan, peserta didik memulai untuk mengisi buku kunjungan dan menuju rak-rak buku untuk mencari buku yang akan dibaca sesuai minatnya. Mereka dibebaskan untuk membaca maupun meminjam buku kategori apapun, baik fiksi maupun non fiksi. Dari pengamatan tim, sebagian besar siswa tertarik untuk membaca buku fiksi meskipun dalam hal ini, koleksi TBM Cakrawala cukup terbatas untuk kategori fiksi remaja. Setelah mendapatkan buku, mereka membaca di berbagai sudut baca di TBM Cakrawala.
Selain membaca, peserta didik juga diwajibkan untuk mengisi laporan di grup kelas masing-masing dengan menulis judul buku yang telah dibaca.
Meskipun mulai dari hal kecil, 30 menit setiap pertemuan, pertemuan pun diadakan sebulan sekali, besar harapan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik dapat tumbuh sedikit demi sedikit.